Archive

Posts Tagged ‘Cristian Gonzáles’

Mohd. Safee Mohd. Sali umpama Mokhtar Dahari

January 2nd, 2011 No comments

Safee tak mahu mendabik dada

SAFEE disambut bagai wira ketika pulang dari Indonesia, Khamis lalu.



PERSIS legenda bola sepak negara, Allahyarham Datuk Mokhtar Dahari. Itulah gambaran yang dapat diberikan ketika melihat aksi penyerang negara Mohd. Safee Mohd. Sali pada kejohanan bola sepak Piala Suzuki AFF 2010.

Tidak keterlaluan sekiranya peminat bola sepak negara melabel Safee setaraf pemain legenda itu berdasarkan pencapaian itu.

Begitupun, penyerang yang berasal dari Kajang, Selangor ini mengambil sikap rendah diri dan merasakan dia masih belum layak untuk disamakan dengan legenda terkenal yang diberi jolokan Super Mokh itu.

Safee, 26, menjadi wira baru dalam arena bola sepak dan memberi harapan kepada seluruh rakyat Malaysia untuk kembali berasa bangga dengan pasukan kebangsaan yang satu ketika dahulu antara yang digeruni di rantau ini.

“Saya berasa sangat bangga sekiranya ada yang menyamakan saya dengan Allahyarham Mokhtar. Itu adalah impian setiap pemain bola sepak untuk mencapai tahap seperti dia.

“Tapi bagi saya tahap permainan saya masih belum layak untuk disamakan dengan beliau. Mokhtar Dahari berada dalam kelas dan tahapnya tersendiri,” katanya.

Mungkin tuah Safee datang dari jersi nombor 10 yang disarungnya sama seperti arwah Mokhtar.

Kejayaan Safee menyumbat lima gol pada Piala Suzuki AFF 2010 melayakkan dia membawa pulang trofi sebagai penjaring terbanyak.

Dia telah mengenepikan penyerang Indonesia, Cristian Gonzales yang mengumpul tiga gol untuk menduduki tempat kedua.

Kejayaan itu turut mencipta sejarah paling berharga secara peribadi yang bukan sahaja membawa nama negara untuk julung kalinya menjuarai kejohanan dan menamatkan penantian selama 14 tahun.

Dia meledakkan dua gol pada separuh akhir pertama menewaskan Vietnam 2-0 dan dua gol ketika final pertama menewaskan Indonesia 3-0 di Stadium Nasional Bukit Jalil.

Manakala pada final kedua yang berlangsung di Indonesia, Safee memastikan gelaran penjaring terbanyak menjadi miliknya apabila menyumbat satu gol biarpun Malaysia tewas 1-2.

Meskipun tewas pada final kedua, jaringan Safee itu menyumbang kemenangan dengan agregat 4-2, sekali gus mengakhiri penantian 14 tahun untuk menjadi ‘gergasi’ Asia Tenggara.

“Saya tidak pernah menduga atau meletakkan sasaran untuk menjadi penjaring terbanyak. Tambahan pula, ia merupakan kejohanan tertinggi di ASEAN.

“Saya sangat berterima kasih kepada jurulatih kerana dia telah membantu saya untuk mencapai tahap ini,” katanya kepada Kosmo! Ahad baru-baru ini.

Menurut Safee, sebelum memasuki padang, misi utamanya adalah untuk membantu Malaysia mencipta kemenangan secara berpasukan dan tidak ada langsung memasang misi peribadi.

Safee yang sudah berkeluarga dan mempunyai seorang puteri berusia dua tahun mula beraksi dalam saingan Liga Super seawal usia 19 tahun pada tahun 2003. Ketika itu dia beraksi bersama pasukan Kuala Lumpur sehingga tahun 2004.

Dia sudah mula menunjukkan ‘belangnya’ apabila menjaringkan 11 gol dalam saingan Liga Perdana, sekali gus meletakkannya di tempat kedua di belakang Azman Adnan dalam senarai penjaring terbanyak di kalangan pemain tempatan.

Kemudian dia menyertai Sarawak selama semusim pada 2006 dan menyarung jersi Selangor bermula musim 2007 sehingga kini.

Safee pernah memberitahu dia menyimpan hasrat untuk beraksi di kelab-kelab luar negara suatu hari nanti.

“Tapi, apa yang paling utama adalah untuk bersama-sama pasukan Malaysia bagi berterusan mencipta sejarah baru dan berusaha melakukan lebih banyak kejayaan.

“Secara peribadi pula saya akan terus berusaha untuk meningkatkan tahap permainan bagi membolehkan saya mencuba nasib untuk menyertai kelab-kelab di luar negara.

“Mungkin dalam masa satu atau dua tahun lagi,” katanya.

Malaysia Kalah, Tapi Juara Piala AFF Suzuki, Indonesia Menang, tapi Tak Juara

December 29th, 2010 No comments

Indonesia Menang, tapi Tak Juara

Rabu, 29 Desember 2010 | 20:42 WIB
Malaysia Kalah, Tapi Juara Piala AFF Suzuki, Indonesia Menang, tapi Tak Juara

AFP PHOTO/BAY ISMOYO

Nasuha (kanan) disambut rekannya usai membobol gawang Malaysia dalam pertandingan putaran kedua final AFF Suzuki Cup di Jakarta, Rabu (29/12/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kesebelasan nasional Indonesia mampu menang 2-1 atas Malaysia pada laga final kedua Piala AFF 2010 di Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010). Indonesia pun mengakhiri turnamen sebagai runner-up, mengingat mereka kalah 0-3 pada laga pertama, Minggu (26/12/2010).

Bermain sebagai tuan rumah dengan kewajiban menang 4-0, Indonesia tampil agresif sejak menit awal. Sayang, usaha itu tak diimbangi dengan ketenangan dan fokus tinggi. Pada momen-momen krusial, Indonesia kerap melakukan kesalahan umpan atau terburu-buru melakukan eksekusi.

Di tengah kesulitan itu, Indonesia mendapat hadiah penalti, menyusul handsball yang dilakukan Mohd Sabre bin Mat Abu pada menit ke-18. Firman Utina yang dipercaya mengeksekusi bola mengirimnya secara akurat ke sudut kiri bawah gawang. Sayangnya, tendangan terlalu lemah sehingga bola mudah ditangkap Khairul Fahmi.

Setelah penalti itu, Malaysia mencoba bangkit. Melalui Mohamad Ashari bin Samsudin, mereka hampir saja mencetak gol pada menit ke-20. Untung saja, Markus Horison masih mampu menepis tembakan akurat Ashari.

Indonesia mencoba membalas. Namun, belum lagi mampu menciptakan ancaman serius, Indonesia kembali terancam kebobolan pada menit ke-32. Saat itu, Mohd Safee bin Mohd Sali berhasil masuk kotak penalti dan menembakkan bola, yang melenceng dari sasaran.

Ancaman itu dibalas Indonesia dengan sejumlah serbuan yang tuntas dengan eksekusi. Namun, Malaysia mampu menghindarinya sampai peluit turun minum berbunyi, dengan skor 0-0 tertera di papan skor.

Permainan tak banyak berubah pada babak kedua. Indonesia masih lebih dominan dalam penguasaan bola dan serangan, tetapi masih bermasalah dengan sentuhan akhir, baik saat mengumpan maupun menembak.

Masalah itu belum selesai ketika Malaysia malah mampu unggul 1-0 berkat gol Mohd Safee pada menit ke-54. Dalam sebuah serangan balik, Safee berhasil menguasai sebuah umpan terobosan dan menggiringnya melewati duo Maman dan Hamka sebelum melepaskan tendangan keras dari tengah kotak penalti, yang mendesak jaring dalam gawang Markus Horison.

Setelah itu, Indonesia mengalami penurunan performa. Untuk mengatasi hal itu, pelatih Alfred Riedl menarik Firman Utina dan Irfan Bachdim, lalu memasukkan Eka Ramdani dan Bambang Pamungkas pada menit ke-58.

Perubahan itu perlahan menaikkan kualitas permainan Indonesia, sampai akhirnya bisa menyamakan kedudukan berkat gol Muhammad Nasuha pada menit ke-73. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Ahmad Bustomi yang ditepis Khairul Fahmi, Muhammad Nasuha membobol gawang Malaysia.

Gol itu semakin mendongkrak kepercayaan diri Indonesia. Mereka terus berusaha mencetak gol pada waktu tersisa. Setelah berjuang hingga menit ke-85, Indonesia berhasil mengungguli Malaysia berkat tembakan Muhammad Ridwan.

Menguasai bola di luar kotak penalti, ia menggiring bola sebelum menembakkannya. Bola sempat membentur pemain lawan sebelum mendesak jaring gawang tim tamu.

Pada waktu tersisa, permainan berlangsung semakin sengit. Sementara Indonesia masih mengejar gol, Malaysia juga mencoba memberikan tekanan untuk mengurangi ancaman Indonesia.

Sejumlah situasi berbahaya menghinggapi kedua kubu. Namun, sampai peluit berbunyi panjang, papan skor tetap menunjukkan angka 2-1. (*)

Susunan pemain:
Indonesia:
Markus Harison; Mohammad Nasuha, M Ridwan, Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, Arif Suyono (Tony Sutjipto 71), Firman Utina (Eka Ramdani 58), Ahmad Bustomi, Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas 58), Cristian Gonzales

Malaysia: Khairul Fahmi bin Che Mat; Mohd Sabre bin Mat Abu, Mohd Asraruddin Putra, Safiq bin Rahim, Norshahrul Idlan bin Talaha, Mohd Safee bin Mohd Sali (Izzaq 87), Amar bin Rohidian, Kunanlan Subramaniam, Mohamad Muslim bin Ahmad, Mohamad Ashari bin Samsudin, Mohd Fadli bin Mohd Shas.

Koran Indonesia, Piala AFF, Konsentrasi Buyar, Indonesia Dibantai 0-3

December 26th, 2010 No comments
PIALA AFF

Konsentrasi Buyar, Indonesia Dibantai 0-3

Minggu, 26 Desember 2010 | 20:51 WIB
Gelandang Indonesia, Firman Utina, bersusah payah menghadang striker Malaysia, Mohd Safee, Minggu (26/12/2010). Indonesia dibantai 0-3 di laga ini.
AFP
Gelandang Indonesia, Firman Utina, bersusah payah menghadang striker Malaysia, Mohd Safee, Minggu (26/12/2010). Indonesia dibantai 0-3 di laga ini.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com Akibat insiden sinar laser, Indonesia kehilangan konsentrasi dan momentum untuk meraih kemenangan di babak kedua. Alhasil, Firman Utina dan kawan-kawan dibantai 0-3 oleh tuan rumah Malaysia pada leg pertama final Piala AFF 2010, Minggu (26/12/2010).

Sebelum adanya insiden laser, Indonesia bermain penuh disiplin. Tim “Merah Putih” bahkan mampu mencetak gol lebih dulu lewat sontekan Cristian Gonzales saat babak kedua baru berjalan dua menit. Sayang, gol tersebut dianulir wasit karena Gonzales berada dalam posisi offside.

Semua momentum menyerang itu seakan sirna setelah suporter Malaysia menembak mata Markus Horison dengan laser. Pertandingan pun terpaksa ditunda selama beberapa menit dan “Garuda” kehilangan momentum menyerangnya.

Malaysia memanfaatkan ini dengan memutar arus pertandingan. Serangan demi serangan terus dibangun sampai akhirnya tiga gol bersarang di gawang Markus. Gol-gol bagi Malaysia dimulai dari aksi Mohd Safee Bin Mohd Sali pada menit ke-60, memanfaatkan umpan matang Norshahrul Idlan bin Talahaoleh.

Selang delapan menit, Mohamad Ashari bin Samsudin memperbesar keunggulan “Harimau Melayu” melalui sebuah tendangan geledek. Adapun gol ketiga datang dari sundulan Mohd Safee bin Mohd Sali yang tak terkawal di kotak penalti.

Dengan kekalahan ini, tim “Merah Putih” diwajibkan menang dengan selisih empat gol saat leg kedua berjalan, Rabu (29/12/2010). Langkah ini guna memutarbalikkan keadaan dan memenangkan trofi Piala AFF 2010.

Susunan pemain
Malaysia:
Khairul Fahmi Che Mat; Mohd Asraruddin Putra Omar, Mohd Muslim Ahmad, Mohd Fadhli Mohd Shas, Mohd Safiq Rahim; Mahalli bin Jasuli, Mohd Amirul Hadi Zainal, Amar bin Rohidan, Kunanlan Subramanian; Norshahrul Idlan Talaha, Mohd Safee Mohd Sali.

Indonesia: Markus Horison; Zulkifli Syukur, Maman Abdurrahman, Hamka Hamzah, Muhamad Nasuha; Muhamad Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina, Oktovianus Maniani; Cristian Gonzales, Yongki Ari Bowo.